SALAH SATU PERUSAHAN BESAR YANG BERGERAK DI BIDANG PETERNAKAN AYAM
PT. Charoen Pokphand
Tbk
Charoen Pokphand Group (CP Group)
merupakan perusahaan multinasional terkemuka, dengan diversifikasi usaha yang
luas, dan berpusat di Thailand. Secara historis aktivitas utama CP Group adalah
dalam sektor agribisnis yang mencakup produksi pakan ternak dan produk-produk
unggas terkemuka di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, CP Group telah
melakukan diversifikasi ke sektor telekomunikasi.
Kegiatan usaha CP di Indonesia,
telah dirintis sejak tahun 1970. CP di Indonesia berhasil membukukan laba
bersih yang sangat berarti, meskipun Indonesia menghadapi kesulitan ekonomi
pada tahun 1998. Hal ini memperlihatkan profesionalisme dari manajemen CP
Group, yang tidak hanya ditunjukkan di Indonesia tetapi juga di negara-negara
lain. Tidak seperti perusahaan multinasional lain yang pada umumnya cenderung
untuk memusatkan kegiatan usahanya di daerah sekitar Jakarta dan Surabaya, CP
di Indonesia melakukan investasi dan membangun fasilitas produksi yang tersebar
di seluruh nusantara termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Hal ini tentu saja mendukung
terciptanya lapangan kerja dan pengembangan ekonomi yang merata di seluruh
nusantara. Pangsa pasar CP di bidang pakan ternak mencapai sekitar 35 %, dan
sisanya dibagi oleh sekitar 10 perusahaan pakan lainnya. Pada tahun 2000,
estimasi populasi ayam pedaging sekitar 800 juta dan ayam petelur sekitar 45
juta ekor.
CP berkeyakinan tinggi bahwa di
masa depan Indonesia sangat potensial di dalam pengembangan usaha peternakan ayam,
mengingat bahwa populasi penduduk Indonesia mencapai sekitar 220 juta.
Disamping itu, konsumsi daging ayam per kapita baru 4,5 kilogram, demikian juga
konsumsi telur baru sekitar 49 butir per kepala. Angka konsumsi daging ayam di
Indonesia tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi daging
ayam di Malaysia yang telah mencapai 29 kg/kapita dan di Thailand yang mencapai
13,5 kg/kapita.
Selain memproduksi pakan ternak, CP
juga memproduksi bibit ayam umur sehari (DOC) baik untuk final stock maupun parent
stock, dimana induknya diimpor dari USA dan Eropa untuk jenis ayam pedaging dan
petelur. Pangsa pasar CP untuk bibit ayam pedaging mencapai sekitar 35 %,
sedangkan untuk bibit ayam petelur sekitar 25 %.
Usaha untuk mempercepat pemulihan industri
perunggasan yang hampir bangkrut akibat krisis moneter, maka CP telah
meningkatkan usaha peternakan ayam terpadu dengan pola kemitraan (PIR), dengan
prinsip saling menguntungkan guna membantu para peternak kecil yang pada
umumnya adalah pengusaha ekonomi lemah. Usaha tersebut mendapat tanggapan
positif baik dari peternak sendiri maupun dukungan dari pihak pemerintah
sehingga sampai saat ini pola PIR tersebut sudah menyebar ke 15 propinsi di
Indonesia dengan jumlah DOC sekitar 3,5 juta ekor per minggu.
Selain kedua bisnis utama tersebut,
CP juga menjual alat-alat peternakan baik produksi lokal maupun impor serta
berbagai sarana peternakan yaitu obat-obatan, feed additive dan
vaksin berkualitas prima untuk susksesnya usaha peternak baik yang mandiri maupun
yang ikut kemitraan.
Komentar
Posting Komentar