PENGENDALIAN PRODUKSI PETERNAKAN



A.    Definisi pengendalian
Proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Harold Koonz mengemukakan pengertian Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhdaap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana rencana yang telah di buat untuk mencpai tujuan perusahhaan. 
B.     Fungsi dari pengendalian
a)      Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan dengan melakukan pengendalian secara rutin disertai adanya ketegasan-ketegasan dalam pengawasan, yakni dengan pemberian sanksi yang sewajarnya terhadap penyimpangan yang terjadi.
b)      Memperbaiki berbagai penyimpangan yang terjadi. Jika penyimpangan telah terjadi, hendaknya pengendalian dapat mengusahakan cara-cara perbaikan.
c)      Mendinamisasikan organisasi. Dengan adanya pengendalian maka diharapkan sedini mungkin dapat dicegah adanya penyimpangan, sehingga unit organisasi selalu dalam keadaan bekerja secara efektif dan efesien.
d)     Mempertebal rasa tanggung jawab. Dengan adanya pengendalian dari pihak manajemen, maka karyawan diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya.

C.    Jenis Metode Pengendalian
a)      Metode Pengendalian Umpan Maju (Mengantisipasi masalah sebelum terjadi). Adapun cara pengendalian yang dapat dilakukan yaitu melakukan perawatan ternak dengan baik yakni menjaga kondisi kandang dan ternak diberikan vaksin secara teratur.
b)      Metode Pengendalian Berjalan atau Bersamaan (Mengelola masalah pada saat terjadi). Berbeda dengan pengendalian berjalan, dimana seorang peternak sedang menghadapi masalah tersebut seperti halnya ketika musim kemarau. Peternak menghadapi masalah akan terbatasnya hijauan untuk ternak yang tidak dapat dihindari ataupun dicegah. Karena hal tersebut berkaitan dengan cuaca.
c)      Metode Pengendalian Umpan Balik (Mengelola masalah setelah terjadi). Pada pengendalian ini merupakan tindakan perbaikan yang dilakukan oleh seorang peternak untuk mengatasi masalah yang sudah berlalu. Dengan tujuan agar dapat meminimalisir masalah yang sama dimasa mendatang.    

D.    Proses pengendalian dalam produksi peternakan
1.      Penetapan standard dan metoda untuk  pengukuran prestasi (evaluasi kinerja).
2.      Pengukuran prestasi/Kinerja Nyata.
3.      Membandingkan kinerja nyata dengan standar yang ditetapkan.
4.      Mengambil tindakan jika diperlukan, terutama apabila prestasi di bawah standar.

E.     Langkah dalam proses pengendalian produksi peternakan
1.      Menetapkan alat pengukur (standar) :
·         Standar phisik
·         Standar moneter
·         Standar waktu 
2.      Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan:
·         Berapa kali pelaksanaan seharusnya diukur
·         Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
·         Siapa yang akan terlibat
3.      Pengukuran pelaksanaan kegiatan:
·         Pengamatan (observasi)
·         Laporan-laporan baik lisan dan tertulis
·         Metode-metode otomotis, pengujian (test)
4.      Pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan;
·      Mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya penyimpangan
5.      Pengambilan tindakan koreksi:
·         Mengubah standar
·         Mengubah penguluran pelaksanaan
·         Mengubah cara dalam menganalisa

F.     Definisi Pengawasan
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. (Schermerhorn,2002)
Menurut Stoner,Freeman,&Gilbert (1995)Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
G.    Pengawasan dalam dibagi menjadi beberapa bidang
a.       Faktor yang terkait dengan Pengawasan dalam Bidang SDM
·         Penerapan Employee Discipline System
·         Adanya Career Path
·         Pemahaman Manajer atas Motivasi, Kepuasan, serta Gaya Kepemimpinan yang diterapkan.
b.      Pengawasan di Bagian Produksi/Operasi
·         Evaluasi atas Plant Location
·         Evaluasi atas Plant Lay-out
·         Evaluasi atas Production Process and Schedule
·         Evaluasi atas Product Distribution
c.       Pengawasan di Bagian Keuangan
·         Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
·         Manajemen Kas (Cash Management)
·         Pengelolaan Biaya (Cost Control)
d.      Pengawasan di Bagian Pemasaran
·         Evaluasi atas Pasar Sasaran dan Pasar Potensial
·         Survey atas Perilaku Konsumen dan berbagai Faktor yang terkait dengan Konsumen
·         Evaluasi atas Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran yang dilakukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Membuat Banner