Manajemen Pemasaran Industri Peternakan


Manajemen Pemasaran Industri Peternakan
Pemasaran Produk adalah Tempat pemenuhan kebutuhan barang dan jasa sehingga terjadi perpindahan hak milik penjual dan pembeli secara transaksi langsung maupun diwakili lembaga atau agen penjual (selling broker) maupun agen pembeli (buyer broker). Pemasaran disebut suatu sistem karena mengandung hubungan antara semua komponen yang memberikan kontribusi pada tujuan industri.
Tataniaga merupakan gugus dari komponen aktivitas tingkah laku dan ekonomik. Komponen – komponen tersebut mengkoordinasikan aktivitas ekonomik dari setiap tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai ke konsumen. Aktivitas dalam tataniaga meliputi produksi, pengumpulan, pemrosesan, pedagang besar, pengecer dan konsumsi. Aktivitas yang terjadi dalam suatu tataniaga dipengaruhi oleh jenis barang, skala, lokasi dan sarana prasarana.
Mata rantai tataniaga merupakan saluran yang menjembatani penyaluran suatu barang sampai ke konsumen. Saluran tataniaga pertanian tergolong unik dimana produk pertanian memiliki sifat yang mudah rusak, mudah busuk dan bulky. Proses sampainya barang ke konsumen dipengaruhi oleh pengumpulan, pengimbangan dan penyebaran.
Manfaat tataniaga dapat digolongkan bagi produsen, lembaga niaga perantara, konsumen dan pemerintah. Manfaat bagi produsen yaitu merencanakan pembelian, mengarahkan produksi dan merencanakan investasi. Manfaat bagi lembaga niaga yaitu merencanakan tempat dan waktu penjulan, menetukan pembiayaan dan memperlancar proses tatniaga. Manfaat bagi konsumen yaitu memilih dan menetukan pembelian sejumlah produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Manfaat bagi pemerintah yaitu merencanakan program, mengimplementasikan program dan malakukan proyeksi permintaan.
Nilai guna bentuk yaitu, didalam melakukan proses produksi, kegiatannya ialah merubah bentuk suatu barang sehingga barang tersebut mempunyai nilai ekonomis. Nilai guna tempat yaitu kegiatan produksi yang memanfaatkan tempat-tempat dimana suatu abarang memiliki nilai ekonomis. Nilai guna waktu yaitu kegiatan produksi yang dilakukan pada waktu tertentu. Nilai guna milik yaitu kegiatan produksi yang memanfaatkan modal yang dimiliki untuk dikelola orang lain dan dari  hasil tersebut mendapatkan keuntungan.
Pasar yang beredar dapat dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna, pasar oligopoly, pasar monopoly dan pasar monopolistik. Pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang didalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual dan mereka sudah paham tentang keadaan pasar tersebut. Pasar oligopoly merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual yang memasarkan barang khusus. Pasar monopoli merupakan pasar dimana seluruh penawaran terhadap permintaan telah dikuasai oleh salah satu organisasi. Pasar monopolistic merupakan pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual dengan produk yang berbeda.

Tahap perkembangan ekonomi Menurut Fredrich List ditinjau dari historis masyarakat:
1.    Tahap Savagery. Tahap  dimana  manusia  melakukan perburuan atau  pengumpulan barang yang terdapat di alam. Misal: perburuan binatang dan penebangan pohon di hutan.
2.    Tahap Postural Life. Tahap   dimana manusia melakukan pengumpulan barang dengan berburu secara pasif dan juga mulai melakukan usaha memproduksi tanaman pangan seperti umbi-umbian.
3.    Tahap Agriculture. Tahap  dimana  manusia sudah  melakukan kegiatan  memproduksi dan memelihara bahan pangan.
4.    Tahap Agriculture dan Manufacture. Tahap dimana manusia sudah melakukan kegiatan atau usaha bidang pertanian dan usaha bidang industri.
5.    Tahap Agriculture, Manufacture, dan Trade. Selain adanya perkembangan usaha-usaha di bidang pertanian dan industri, maka berkembang kegiatan perdagangan.

Aktivitas Ekonomik meliputi :
a)  Produksi
Kegiatan produksi peternakan dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi peternakan tidak berada satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala ternak yang dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak. Jenis ternak yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau penjualan ternaknya tidak sama.
b)  Pengumpulan
Aktivitas atau kegiatan pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga  sebagai  badan  usaha.  Belantik  ataupun  Patok  (istilah  di  Jawa Tengah dan Jawa Timur), bertindak sebagai pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya. Belantik membawa sapi ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian dilakukan pengumpulan oleh pedagang pengumpul di tingkat kabupaten.
c)   Pemrosesan
Adanya  perkembangan  teknologi  hasil  pertanian  ataupun  peternakan serta perkembangan waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya perkembangan dalam industri pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain dalam bentuk daging sapi segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi dalam bentuk beku. Daging sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti daging has (sirloin), daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib meat), sehingga dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
d)  Pedagang besar
Hasil-hasil industri pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya ditangani lebih lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang besar mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun agen sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional ataupun nasional.
e)  Pengecer
Subdistributor, agen ataupun grosir mendistribusikan produk peternakan ke  pengecer.  Saat  ini  di  kota-kota  besar  berkembang  kegiatan  tingkat pengecer yang modern, seperti supermarket dan hypermarket yang cukup bersaing dengan para pedagang pengecer tradisional karena memiliki sarana dan fasilitas yang lebih baik dan modern.
f)    Konsumsi
Konsumen adalah perorangan atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang dihasilkan. Ada beberapa penggolongan konsumen, yaitu:
•     Konsumen langsung dan konsumen tidak langsung;
•     Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
•     Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.





Manfaat Tataniaga bagi produsen (peternak) :
a.    komoditi (produk) yang akan diproduksi, sesuai dengan keinginan dan kegunaan konsumen yang berbeda;
b.    penentuan waktu dan tempat dalam pembelian input produksi/sapronak;
c.    penentuan waktu dan tempat penjualan hasil produksinya;
d.    partisipasi   yang   diberikan   terhadap   tata   niaga   sebagai   individu/ perorangan ataupun anggota masyarakat.


Sumber:
-Assauri, S. 2015. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
-Kotler, P. 2001. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol. Prehallindo, Jakarta.
-Putri,B.R.T. 2014. Strategi Manajemen Usaha dan Sistem Agribisnis Perbibitan Sapi Bali Untuk Mneingkatkan Pendapatan Peternak. Disertasi Program Pasca Sarjana Universitas Udayana, Bali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Membuat Banner