Strategi Pemasaran pada Produk Beras Merah Organik di Tahun 2021
A. STP pada Beras Merah Organik
Pada kali ini saya akan membahas STP dari produk beras merah organik. Menurut Tjiptono (2007:211) mengemukakan bahwa tujuan pokok strategi STP adalah memposisikan suatu merk di benak konsumen, sehingga merk tersebut memiliki keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Sebuah produk akan memiliki keunggulan kompetitif jika produk tersebut menawarkan atribut yang determinan, bernilai penting dan unik oleh pelanggan. Berikut adalah analisis saya mengenai STP pada produk beras merah organik:
Segmentasi :
Segmentasi pasar dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pasar mana yang potensial untuk dijadikan target pasar sehingga dapat meningkatkan daya jual dan minta konsumen terhadap produk beras merah. Berdasarkan hasil strategi segmentasi yang dilakukan dapat diketahui pasr yang potensial terhadap produk beras merah ini adalah keluarga yang memperhatikan kesehatan dan perekonomian yang relatif menengah ke atas serta dapat dinikmati oleh seluruh kalangan usia. Berdasarkan personal karakterisitk, maka beras merah organik akan dipasarkan kepada orang atau komunitas yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan dan dilihat dari kalangan yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan, orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas) atau minat terhadap produk yang ditawarkan.
Targeting :
Konsumen dalam usaha beras organik relatif masih sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari. Jika dilihat dari kebutuhan pasar modern seperti Giant, Carrefour atau supermarket lain juga sangat tinggi. Maka yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga untuk mencapai target maka hal yang harus di perhatikan pada target pasar produk beras merah adalah kandungan gizi dan konsistensi dari kualitas produk tersebut.
Positioning :
Pemain untuk beras organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit. Keunggulan yang dimiliki oleh produk beras merah organik adalah dari aspek kesehatan dan kemasan. Dari aspek kesehatan beras merah organik yang diproduksi oleh perusahaan kami tidak menggunakan bahan kimia apapun yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Dari aspek kemasan beras merah organik yang diproduksi oleh perusahaan kami menggunakan kemasan kedap udara (vacum).
B. Bauran Pemasaran (4P)
Product
Produk yang ditawarkan perusahaan kami adalah beras merah organik yang dikemas dlam kemasan ukuran mulai dari 2 kg, 5 kg, 10 kg dengan teknologi kedap udara (vacum) yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk supaya tidak mudah untuk ditumbuhi bakteri di dalamnya sehingga umur simpan akan lebih lama dengan kondisi produk yang tetap baik. Beras merah organik memiliki kandungan antosianin, beras merah organik merupakan salah satu antioksidan yang baik untuk tubuh serta terbukti dapat menurunkan penanda-penanda penyakit kardiovaskular pada diabetes.
Price
Harga menjadi pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian beras merah organic dikarenakan kesesuaian harga terhadap manfaat dari produk yang dibeli menjadi perhatian konsumen. Harga yang ditawarkan sesuai dengan ukuran mulai dari 2 kg seharga Rp 51.500, 5 kg seharga Rp 115.000, 10 kg seharga Rp 574.000 dengan harga yang terjangkau serta berdasarkan kualitas dari beras merah organik dan manfaat pada saat mengkonsumsi beras merah tersebut.
Place
Lokasi perusahaan beras merah organik berada di pedesaan dengan pra sarana yang memadai. Sehingga perusahaan dekat dengan supplier bahan baku yaitu petani yang ada di desa dan didukung oleh pra sarana menuju kota yang memadai seperti jalan beraspal, jembatan yang kuat, dan kedekatan dengan pelabuhan barang. Produk yang ditawarkan akan dipasarkan di pasar modern seperti Giant, Carrefour atau supermarket.
Promotion
Promosi yang dilakukan perusahaan adalah melalui media sosial , mendatangi perusahaan penjual beras merah organik yang tidak mampu memproduksi sendiri produk ini, dan menyasar pasar ekspor. Dengan promosi yang dilakukan diharapkan target omzet satu bulan Rp 1.000.000.000 dapat tercapai. Apalagi untuk saat ini tidak ada pembatasan pasar sehingga secara online pun dapat melakukan transaksi.
C. Media Promosi di Media Sosial
D. Analisis Beras Merah Organik di Pasar ASEAN
Indonesia menjadi salah satu negara pngimpor baras di wilayah Asia Tenggara. Namun, beras yang diipor adalah beras putih karena mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras putih sebagai makanan pokoknya. Liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Permintaan pasar global beras organik semakin meningkat. Namun hal ini dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di dunia.
Permintaan luar negeri terhadap beras organik mencapai 100 ribu ton pertahun. Sedangkan Indonesia hanya mampu mengekspor 9 ribu ton per musim tanam. Keadaan ini belum mencapai 10 persen dari kebutuhan pasar global. Sebagai pengeskpor beras organik, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Di Indonessia sendiri sangat berpotensi untuk dijadikan negara produsen beras merah karena memiliki sumberdaya dan kondisi agroklimatologi yang mendukung dimana kondisi tersebut tidak dimiliki oleh kebanyakan negara di Asia Tenggara lainnya. Kondisi di atas dapat menjadi peluang beras merah organik di Indonesia untuk di menembus pasar ekspor khususnya pasar ASEAN.
Referensi:
Adnyana, Oka, Made. 2007. Preferensi Konsumen Terhadap Beras Merah sebagai Sumber Pangan Fungsional. Iptek Tanaman Pangan, Vol 2 No 2-2007.
Dewi, N. P. A. Y., Antara, M., & Rantau, I. K. (2017). Strategi Segmenting, Targeting Dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali Di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal Of Agribusiness And Agritourism), 596-605.
Enna Dardanella, Ani Muani, I. (2017). Kajian Pemasaran Beras Merah Di Wilayah Perbatasan (Entikong) Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic Of Agriculture, 6(13), 118–131.
Ismail, N. W., Smith, P., dan Kugler, M. 2009. The Effect of ASEAN Economic Integration on Foreign Direct Investment. Journal of Economic Integration, Vol. 24, No. 3.
Savira, F., & Suharsono, Y. (2013). Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Beras Khusus Di Kabupaten Klaten. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01).

Komentar
Posting Komentar